14 September 2014

Game Bajakan di Indonesia Menjadi Sorotan Media Luar Negeri

Game Bajakan di Indonesia Menjadi Sorotan Media Luar Negri
LEVATRA.com - Gamer Indonesia boleh dibilang sebagai salah satu gamer yang paling "beruntung" di dunia. Lemahnya penerapan hukum di negara tercinta ini membuat banyak celah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang ilegal. Salah satu yang paling marak tentu saja adalah pembajakan. Sebagian besar pusat perbelanjaan di Indonesia bahkan secara terbuka menjual produk-produk ilegal ini, dari musik, film, hingga video game terkini. Untuk produk yang terakhir, ia menjadi semacam berkah terselubung bagi gamer Indonesia. Menjadi sesuatu yang luar biasa sulit untuk tidak jatuh dalam "godaan"nya.

Bagi sebagian besar kita, pembajakan seperti ini sudah menjadi bagian hidup yang seolah tidak terpisahkan. Sementara bagi gamer yang tinggal di luar Indonesia, pembajakan memiliki posisi yang jelas dalam hukum, tidak abu-abu, dan menyalahi etika. Tidak heran jika beberapa media luar negeri mulai berfokus menyorot permasalahan ini. Media online besar di dunia game seperti Kotaku dari Amerika dan Game Impress Watch dari Jepang menunjukkan kepada dunia bagaimana gamer Indonesia dapat secara bebas menikmati game-game bajakan ini. Mereka juga membicarakan harga game yang hanya 2 Dollar Amerika (Rp 20.000,-), 1/25 harga game original. Lantas bagaimana respon pembaca luar negeri tentang hal ini?





Sebagian besar gamer di luar tampaknya bingung dengan tindakan gamer Indonesia yang gemar membeli game bajakan ini. Beberapa mempermasalahkan soal daya tahan disc bajakan yang buruk, yang lainnya mempertanyakan kepuasan yang dihasilkan dari mengoleksi sebuah game bajakan. Namun ada juga komentator yang berusaha "memaklumi" tindakan ini untuk negara-negara berkembang. Menurutnya, di negara berpendapatan rendah, ini menjadi satu-satunya alternatif yang ada untuk dapat memainkan sebuah game baru. Mengapa? Karena harga game original yang dirilis bisa mencapai 1/6 total pendapatan rata-rata pekerja awal di Indonesia.



Memang sulit untuk memilah dan menempatkan pembajakan dalam posisi yang pasti di Indonesia. Di satu pihak, ia memang ilegal, namun di sisi yang lain, ia terus hidup karena tingginya permintaan dan kebutuhan gamer di Indonesia. Namun seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, saya pribadi setuju dengan pendapat yang pernah diutarakan oleh Rovio sebelumnya. Sudah saatnya pembajakan dilihat sebagai usaha gamer untuk memainkan game-game favoritnya seperti seorang fans pada musik yang dicintainya. Untuk “memaksa” gamer membeli game original, developer bisa membangun konten eksklusif dan berbeda. Dari sisi gamer? Jika kita memiliki penghasilan yang cukup, maka lebih etis jika kita membeli versi original dari game yang kita benar-benar cintai. Untuk apa? Untuk memastikan sang developer menghasilkan karya selanjutnya yang tidak kalah berkualitas.


Pertentangan antara gamer yang setuju dan menentang pembajakan memang menjadi pertempuran “ideologi” seperti yang pernah disampaikan Joker pada Batman di "The Dark Knight": When an unstoppable force meets an immovable object. Bagaimana dengan pendapat Anda?

Tentang Penulis

Artikel Terkait

24 komentar

Komentar Sobat yang masuk akan di Moderasi (tinjau) dan Kami proses untuk di Balas.
Terima Kasih untuk tidak Menggunakan SPAM dalam Komentar :)

memang indonesia tempatnya banyak game bajakan :) ( mburu gratisnya )

semoga beralih menjadi gamer original ya sob :D

hadeh hadeh hadeh bikin malu aja

doakan saja semoga beralih ke original

indonesia kena dampaknya juga ya.. sayang juga memang klo sampai di bajak gitu

iyah gan sangat disayangkan kalau dibajak, bisa-bisa dev. nya bangkrut

wah2 terlalu emang... ga kaset music game pun juga bajakan..
hehe thanks gan info nya

Duh,, Sangat memalukan sekali..
By Syahril

memang kadang memalukan :D itu karna ekonomi dan penghasilan kita yang kurang memadai untuk sehari-hari, semoga kedepannya lebih maju.

tetap tersenyum :D

di indonesia itu banyak gan yang bajakan. OS juga ada yang bajakan

memang jarang sekali ditemukan OS original di indonesia

sangat disayangkan tapi saya juga pakai game bajakan :D

semoga beralih menjadi user original ya mba :D

memang miris kalo melihatnya gan....ga bisa dipungkiri memang lemahnya hukum membuat tak berdaya semua pihak....yang jelas para gamer mencari alternative dari itu semua....itu berarti kita cerdas dalam memanfaatkan kekurangan yang ada...salam gamer

Yah cukup mengherankan juga.. bahkan game buatan dalam negeri saja dibajak oleh rakyatnya sendiri
Jujur saya pernah beli game bajakan karena sangat ingin memainkan game tersebut !

Game bajakan sih bisa merugikan pihak lain dan bisa juga menguntungkan pihak lain seperti orang yang mempunyai uang tdk banyak dan mau memiliki suatu game, nah dia beli bajakan aja lebih murah di banding yang Original yang harganya 700 rb ++ dan kerugian pihak lain seperti pembuat game yang mengalami kerugian karena gamenya sudah di bajak

iyah memang ada benarnya, intinya sistim pada game tersebut yang belum kuat, kalau crack nya terus bertambah berarti game tersebut belum memiliki keamanan yang kuat

itulah kelemahan hak cipta di indonesia.

semoga developer game nya tidak kapok dengan hal seperti ini :D

Menurut saya yg salah itu yang buat game kenapa harganya kemahalan

Kan buat game itu sulit Gan..

HiStats

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *